Apps4God

Virtual Reality untuk Tuhan... Mungkinkah?

Submitted by admin on Mon, 01/18/2016 - 12:00
Teknologi Virtual Reality (VR) mencuri perhatian di awal tahun 2016 ini. Banyak ahli teknologi yang memberi perhatian khusus pada teknologi VR, baik CEO Facebook Mark Zuckersberg yang membangun kantor riset VR di Oaklands, Apple yang mengembangkan antarmuka khusus 3D, maupun startup tanah air yang membuat alat-alat pengajaran ilmu pengetahuan alam. Teknologi VR banyak digandrungi karena memberikan pengalaman virtual yang sangat nyata dengan visualisasi yang bisa diutak-atik para ahli perupa 3 dimensi, contohnya pada visualisasi lokasi di Google Maps dan game simulasi pelatihan penerbangan untuk pilot profesional. Sphericam menyebutnya, "be there without being there" (berada di sana tanpa ada di sana). Beginilah kekuatan VR.

Teknologi: Peluang dan Tantangannya Bagi Gereja

Submitted by admin on Fri, 01/15/2016 - 12:00
Hari Paskah yang lalu, penulis mendapatkan kiriman gambar kartun yang cukup lucu dari Internet. Diperlihatkan Tuhan Yesus keluar dari kubur, sementara beberapa murid dan perempuan yang mengikut-Nya mengambil foto-Nya dengan smartphone dan mem-posting-nya ke media sosial. Gambar tersebut disertai komentar, "Andai di zaman itu sudah ada smartphone... ."

Hadapi Perkembangan Teknologi, Orang Tua Harus Tegas

Submitted by admin on Tue, 01/12/2016 - 12:00
Perkembangan teknologi berjalan begitu cepat. Dan dampaknya ikut mempengaruhi pola pikir, perilaku dan sikap pada anak-anak masa kini. Demikian Ang Wie Hay, M.Sc., M.Div, pakar IT dan Teologi dari Singapura menjelaskan di hadapan jemaat Ibadah Pasutri GKI Sangkrah Solo. Di acara bertema Pengaruh Sosial Media dalam pembentukan karakter anak ini, saya merasa mendapatkan penyegaran kembali perihal dampak negatif dan hal apa saja yang harus orang tua lakukan menghadapi membanjirnya tawaran-tawaran di dunia maya. Memang seminar semacam ini bukanlah hal yang baru bagi saya, beberapa tahun lalu saya juga pernah mengikuti seminar serupa. Bedanya waktu itu sulung saya masih kanak-kanak, sehingga saya merasa tidak terlalu banyak tantangan yang saya hadapi dengan membludaknya tawaran di internet.

Mengembangkan Situs Gereja Menjadi Situs Penginjilan

Submitted by admin on Fri, 10/23/2015 - 12:00
Belakangan ini, ada semacam tren yang mengasumsikan bahwa gereja yang maju harus memiliki situs. Maka tidak heran jika situs-situs gereja mulai bermunculan bak jamur di musim hujan. Memang merupakan suatu kebanggaan tersendiri ketika kita melihat nama dan foto gereja kita terpampang di internet.

Anak dan Internet

Submitted by admin on Tue, 10/20/2015 - 12:00
"Bangsa yang menguasai teknologi akan memimpin dunia." Mungkin ungkapan ini sudah terasa usang di telinga kita. Terlalu banyak tokoh menyerukan ungkapan seperti ini. Perdana Menteri Jepang misalnya, saat menerima kekalahan dalam Perang Dunia II, ia pun memotivasi rakyatnya untuk mempelajari teknologi sedalam mungkin agar dapat bangkit kembali dari kekalahan.

Peta Perubahan Teknologi Komunikasi dan Dampaknya Bagi Pelayanan Pada Abad XXI (1)

Submitted by admin on Tue, 10/20/2015 - 12:00
Di negara bagian Illinois, Amerika Utara, terdapat sebuah kota bernama Streator. Pada saat memasuki Streator, kita akan terpana membaca tulisan raksasa dengan gambar sebuah bola bumi: "Selamat Datang di Streator, Pusat Pembuat Botol Sedunia".

Peta Perubahan Teknologi Komunikasi dan Dampaknya Bagi Pelayanan Pada Abad XXI (2)

Submitted by admin on Tue, 10/20/2015 - 12:00
Artikel ini adalah lanjutan dari artikel Peta Perubahan Teknologi Komunikasi dan Dampaknya Bagi Pelayanan Pada Abad XXI (1). Setelah kita mengerti pergeseran teknologi yang terjadi, kita harus menyusun strategi untuk dapat tetap menjadi garam dan terang bagi dunia sesuai konteks zamannya. Mari kita simak lanjutan artikel ini. Soli Deo Gloria!

Ladang Pelayanan di Internet

Submitted by admin on Fri, 10/16/2015 - 12:00
Sekalipun perintah memenangkan jiwa telah diberikan Kristus lebih dari dua ribu tahun yang lalu, gemanya masih terus terdengar hingga saat ini. Tugas ini belum sepenuhnya terlaksana karena masih banyak jiwa di berbagai pelosok dunia yang belum mendengar Injil. Karena itu, urgensi melaksanakan Amanat Agung seharusnya semakin kita rasakan.