Apps4God

Submitted by admin on Wed, 01/29/2020 - 12:00

Sebagai bagian dari rangkaian tulisan blog "Gereja Daring pada 2020", kami mengkaji kembali perubahan-perubahan yang perlu dilakukan oleh Gereja Daring sepanjang tahun 2019 agar dapat menjadi representasi "gereja" yang sehat dan bertumbuh pada 2020.

Seiring berlalunya tahun 2018 dan tahun 2019 yang segera menjelang, mari mengambil waktu sejenak dan memahami ke mana tujuan kita. Ingat, tidak saja penting bagi Anda untuk mengetahui ke mana tujuan Anda, kemungkinan Anda juga harus dapat mengedukasi pemimpin Anda seiring berjalannya waktu. Semakin Anda berhasil membuat mereka memahaminya, semakin mudah pula masa depan yang akan dijalani!

Gereja Daring lebih dari sekadar Media Sosial.

Sangat mudah melupakan hal ini, untuk berfokus pada jumlah like, jumlah pemirsa video, dan jumlah pengikut. Gereja, jangan lupa, tujuan akhir Allah bukanlah like, melainkan pemuridan. Media sosial adalah alat, bukan tujuan. Tujuannya bukanlah menyelenggarakan gereja di media sosial. Tujuannya adalah menggunakan media sosial untuk menghubungkan orang-orang dengan gereja kita. Perbedaan keduanya sangatlah tipis, tetapi sangat penting untuk dipahami.

Inilah wajah media sosial sekarang ini:

  • Instagram merupakan platform untuk foto dan video dengan penjelasan singkat.
  • Twitter memuat 280 karakter, dengan kemungkinan menyertakan satu foto atau video.
  • Facebook memiliki banyak fitur untuk membina komunitas, tetapi rata-rata durasi video di Facebook adalah di bawah 4 menit.
  • YouTube merupakan salah satu platform media sosial yang paling cepat berkembang saat ini. Kendati demikian, durasi rata-rata video di YouTube adalah di bawah 5 menit.

Ingatlah ini: menyukai postingan gereja di Facebook tidak menjadikan seseorang murid Kristus, seperti halnya mengikuti Marvel Comics tidak menjadikan saya Iron Man.

Gereja, media sosial tidak dimaksudkan untuk interaksi jangka panjang. Media sosial dimaksudkan untuk menjadi sebuah jalan, sebuah gerbang masuk, sebuah platform untuk menghubungkan orang-orang dengan suatu ide. Beberapa orang menggunakan media sosial sebagai platform politik untuk menyatakan pendapat mereka mengenai politikus-politikus tertentu atau ketidakadilan yang terjadi di dunia. Terdapat banyak sekali ujaran kebencian di media sosial sekarang ini. Kita semua melihatnya. Kita tahu itu ada di sana. Kita dipanggil untuk menjadi terang di tengah kegelapan. Jadilah terang itu! Namun, panggilan kita tidak berhenti saat orang menyukai postingan Facebook kita atau mengikuti kita di Instagram. Teruslah maju!

Selamat! Gereja, Anda mendapatkan beberapa orang dari zona waktu yang berbeda yang mengikuti laman Facebook Anda. Bagus sekali. Akan tetapi, selain sebagai pengikut pada laman Facebook kita, apalagi yang kita ketahui tentang orang itu? Apakah mereka memiliki pergumulan spiritual? Apakah mereka mengerti Injil sepenuhnya? Jika tujuan kita adalah membuat mereka tertarik mengikuti kita di Facebook, maka kita sebagai Gereja tidak menggembalakan mereka.

Media sosial harus menjadi pintu masuk, menghubungkan orang-orang kepada sesuatu yang lain -- lokasi gereja kita secara fisik DAN Gereja Daring kita.

Mari mengambil contoh dari pengikut laman Facebook yang berasal dari zona waktu berbeda tadi. Bagaimana gereja Anda dapat menggembalakan/memerhatikan orang itu secara rohani? Dia berada di zona waktu yang berbeda, dan dia tidak dapat hadir secara langsung di bangunan gereja kita! Gereja, seiring dengan usaha kita mengembangkan Pelayanan Daring, kita juga perlu mengembangkan Sistem Pemuridan Daring. Undanglah pengikut laman Facebook Anda yang berasal dari zona waktu yang berbeda ke dalam Kelompok Kecil Daring. Kirimkan pesan secara langsung lewat Facebook kepadanya dan undang dia ke dalam Grup Facebook tempat Anda berdoa bersama dan mendiskusikan pelayanan gereja daring! Adakan Facebook Watch Party (Diskusi lewat Facebook - Red.) dan undanglah banyak orang untuk bersama-sama merasakan pengalaman pelayanan gereja secara daring! Akan tetapi, semua pilihan tersebut memerlukan banyak hal untuk dilakukan daripada sekadar membuat postingan yang mendapat like. Anda akan mendapati diri Anda membangun hubungan dengan orang-orang tersebut secara daring. Inilah bentuk paling sejati dari kata "MELIBATKAN"! Ini merupakan langkah penting sebelum kita, sebagai Gereja Daring, dapat menggembalakan atau memuridkan mereka.

Jangan puas dengan jumlah like dan pengikut di Facebook ataupun platform lainnya! Melangkahlah lebih jauh, dan lakukan pemuridan secara daring, seperti yang juga Anda lakukan secara langsung di gereja.

Matius 28:19-20 tidak berhenti pada jumlah like. Kita pun tidak seharusnya berhenti hanya sampai di situ. (t/Pingkan)

Diterjemahkan dari:
Nama situs : The Church Digital
Alamat situs : https://be.thechurch.digital/blog/church-online-in-2020-dont-stop-at-likes
Judul asli artikel : Church Online in 2020: The Goal of Social Media Isn't Likes
Penulis artikel : Jeff Reed
Tanggal akses : 20 Januari 2020