Apps4God

Submitted by admin on Thu, 03/24/2016 - 12:00

Beberapa waktu lalu, Apps4God mengadakan wawancara dengan Bapak Pdt. Daniel Ronda (Rektor STT Jaffray Makassar). Kami tertarik untuk mewawancarai beliau karena beliau adalah salah satu hamba Tuhan yang terbuka terhadap perkembangan teknologi dan mengoptimalkannya dalam pelayanan bagi Tuhan. Kiranya hasil wawancara di bawah ini menginspirasi Sahabat App4God untuk menggunakan teknologi sebagai alat untuk lebih strategis lagi dalam melayani Tuhan di era digital ini.

1. Kami mengikuti beberapa informasi dari Bapak melalui media sosial. Sangat terlihat bahwa Bapak sangat mengikuti perkembangan teknologi dan berusaha menggunakannya untuk mendukung pelayanan. Kapan Anda terpikir untuk memakai teknologi? Apakah ada satu momen atau kejadian tertentu yang mendorong Anda?
Sudah cukup lama saya mengikuti perkembangan teknologi untuk dunia maya, bahkan saya sudah mulai memakai e-mail sejak tahun 1996, yang pada zaman itu providernya masih kantor pos RI dengan wasantara.co.id-nya.
Momen yang menyadarkan saya akan pentingnya teknologi adalah ketika saya mengajar mata kuliah Teologi dan Komunikasi. Lewat literatur yang saya baca tentang komunikasi, mata saya terbuka dan melihat bahwa betapa luas dan besar dampak IT bila digunakan secara optimal dalam pelayanan.

2. Apa manfaat dan dampak besar penggunaan teknologi dalam pelayanan yang Bapak lakukan?
Manfaat: menjadi berkat dan berbagi dengan sesama ketika meng-upload bahan-bahan kuliah, paper, dan berbagai artikel lainnya. Bahkan, ada dosen teologi di pedalaman merasa diberkati dengan bahan-bahan itu. Adalah kebahagiaan tertinggi ketika menjadi berkat bagi sesama.
Dampak Besar: Tulisan-tulisan itu akan menambah "kredensial" kita sehingga dapat dikenal orang-orang secara lebih luas. Tulisan-tulisan pendek di Facebook dan Kompasiana (citizen journalism) saya bisa menjadi dua buku yang tentunya mendatangkan manfaat bagi saya sebagai dosen teologi; Bisa menjadi alat promosi untuk hal-hal yang dilakukan seperti adanya seminar dan juga kalau ada kebutuhan-kebutuhan organisasi.

Menjadi berkat dan berbagi dengan sesama ketika meng-upload bahan-bahan kuliah, paper, dan berbagai artikel lainnya. Bahkan, ada dosen teologi di pedalaman merasa diberkati dengan bahan-bahan itu.

3. Menurut Bapak, apa kerugian atau bahayanya penggunaan teknologi dalam pelayanan Tuhan?
Bahaya ada di mana-mana, tetapi itu tidak boleh membuat kita kapok. Terutama bahaya dalam penggunaan media sosial adalah adanya hacker yang mengambil alih akun kita. Juga banyak jenis lainnya seperti adanya orang jahat di dunia maya yang mengintai kesempatan untuk melakukan penipuan dan kejahatan. Kita perlu waspada dan tahu cara mengatasinya, bukan hanya tahu menggunakannya. Kalau kerugian, tentu tidak ada yang berarti sepanjang tidak kecanduan dengan teknologi. Harus ada batasan waktu dalam menggunakannya. Kita juga harus berhati-hati dalam mencerna berita dan tulisan yang ada, kadang ada yang fitnah dan tidak ada kebenarannya. Perlu kedewasaan dalam menyikapinya.

Kalau kerugian, tentu tidak ada yang berarti sepanjang tidak kecanduan dengan teknologi. Harus ada batasan waktu dalam menggunakannya.

4. Bagaimana respons orang-orang ketika mengetahui Anda aktif menggunakan teknologi digital, terutama situs dan media sosial untuk pelayanan Bapak?
Sangat positif, sebab mantan murid saya dapat terus belajar lewat tulisan-tulisan yang ada. Ada yang minta izin untuk menggunakannya. Namun, kadang menjadi repot karena banyak pertanyaan yang diberikan lewat inbox (message) pribadi :).

5. Bagaimana dengan respons kaum muda?
Anak muda haus akan kebenaran, tetapi mereka dibesarkan dengan teknologi sehingga ini adalah kesempatan untuk mengajarkan kebenaran firman Tuhan dan teologi dengan cara yang lebih sederhana tanpa mengurangi kebenaran. Anak muda yang merespons umumnya level mahasiswa ke atas. Tantangannya adalah anak muda memiliki cara berpikir yang berbeda. Anak muda lebih terus terang, terbuka, dan kalau mencela tidak tanggung-tanggung. Perlu berhikmat dan menahan emosi jika ada komentar-komentar negatif. Jangan menjadikan masalah besar karena itu adalah bagian dari komunikasi.

Anak muda haus akan kebenaran, tetapi mereka dibesarkan dengan teknologi sehingga ini adalah kesempatan untuk mengajarkan kebenaran firman Tuhan dan teologi dengan cara yang lebih sederhana tanpa mengurangi kebenaran.

6. Dengar-dengar Bapak akan membuat video pengajaran teologi praktis untuk Youtube dan TV. Bisa ceritakan lebih mengenai idenya, Pak?
Saya ada program yang rencana akan mulai dikerjakan bulan depan. Program tersebut hanya akan berlangsung sekitar 7 menit yang berisi tentang masalah teologi dan isu-isu praktis. Proyek ini sedang digarap, sedangkan studio dan staf yang mengerjakannya sudah siap.

7. Dari mana Bapak mendapat inspirasi mengenai pelayanan via video?
Hari ini, generasi baru sudah menjadi sangat visual sehingga dunia film menjadi bagian hidup mereka. Saya mendapat banyak bahan berharga dari YouTube mulai dari musik, video klip ilustrasi, khotbah, materi kuliah. Sayangnya, kebanyakan masih dalam bahasa Inggris sehingga perlu menghadirkan suatu layanan teologi praktis dalam bahasa Indonesia.

8. Selain situs, media sosial, dan YouTube, apakah ada lagi media digital yang akan Bapak pakai untuk pelayanan, seperti mobile apps, chatting atau yang lain?
Untuk sementara hanya itu saja dulu, sedangkan apps dan lainnya akan saya lihat ke depannya karena bergantung pada kesibukan tugas pokok saya saat ini.

9. Apakah pesan yang ingin Anda sampaikan pada para hamba Tuhan di Indonesia tentang penggunaan teknologi dalam pelayanan?
Sangat penting hamba Tuhan mengingat bahwa teknologi saat ini adalah jalan yang Tuhan siapkan untuk melaksanakan pewartaan Injil. Anggapan bahwa internet dan IT jahat harus disingkirkan. Jangan sia-siakan media sosial dan teknologi yang ada untuk hal-hal yang tidak berguna, tetapi gunakan dengan ada tujuan. Setiap tulisan, foto, renungan pendek, dan komentar hendaknya semua dipakai untuk membangun pelayanan. Tetap waspada akan kejahatan yang mengintai.

Anggapan bahwa internet dan IT jahat harus disingkirkan. Jangan sia-siakan media sosial dan teknologi yang ada untuk hal-hal yang tidak berguna, tetapi gunakan dengan ada tujuan.

Akhir kata, teknologi perlu digunakan oleh hamba Tuhan secara maksimal dan libatkan banyak anak muda di gereja dalam pelayanan multimedia ini.