Apps4God

Submitted by admin on Thu, 01/18/2018 - 12:00

Dari sekian banyak hal yang saya duga anak-anak saya akan berterima kasih serta m menghabiskan bertahun-tahun dalam terapi pemulihan, ungkapan yang paling tepat mungkin terletak pada daftar teratas.

Pada spektrum (golongan) orang aneh yang sangat terobsesi dengan kerapian hingga penimbun sampah kompulsif yang toleran pada keadaan kotor, saya jelas berada pada ujung kerapian. Jadi, begitu anak-anak kami cukup besar untuk memahami hal tersebut, saya mulai menekankan pada mereka pemikiran bahwa pada akhir setiap hari, atau setidaknya seminggu sekali, segala macam barang dan benda-benda yang berserakan di rumah kami harus dikembalikan ke "tempat yang benar".

Pada semacam versi gila dari permainan berebut kursi, kami memainkan musik yang tepat dalam waktu sepuluh menit dan menargetkan satu bagian dari rumah kami. Pada akhir sepuluh menit, segala sesuatu yang tidak pada tempatnya perlu dkembalikan, atau, jika tempatnya berada di bagian lain dari rumah, dimasukkan ke dalam keranjang cucian yang disiapkan untuk itu. Apa pun yang tidak sesuai pada tempatnya atau berada di dalam keranjang cucian pasti akan dibuang ke tempat sampah pada saat musiknya berhenti.

Permainan "tempat yang benar" saya, sama halnya dengan mengasuh anak-anak, berjalan seimbang di antara (situasi) efektif dan kejam. Pembersihan lebih banyak dilakukan dalam sepuluh menit hiruk pikuk yang dilatarbelangi musik dan ancaman pembuangan ke tempat sampah dibandingkan pada hari-hari biasa dengan teguran yang tidak serius. Dan, pada akhirnya, Ayah mendapatkan rumah yang bersih, boneka-boneka binatang kembali dengan selamat ke kamar tidur, dan anak-anak hanya sedikit mengalami trauma (dalam konteks tidak dimarahi - Red.). Tentu saja, saya tidak pernah benar-benar melakukan ancaman untuk membuang sesuatu yang berharga ke tempat sampah.

Menemukan Posisi yang Tepat dari Teknologi

Andai saja menemukan tempat yang benar untuk teknologi dalam kehidupan keluarga kita -- dan mempertahankannya di sana --  semudah merapikan sekumpulan boneka binatang. Teknologi betul-betul berada di segala tempat di dalam rumah kita -- tidak hanya perangkat di dalam saku kita tetapi juga gelombang elektromagnetik tak terlihat yang membanjiri rumah kita. Perubahan ini terjadi dalam semalam, dalam sekejap mata pada sejarah dan budaya manusia.

Ketika generasi sebelumnya menghadapi tantangan yang membingungkan dalam kehidupan sebagai orangtua dan keluarga, mereka dapat mencari nasihat dari kebijaksanaan, atau setidaknya nasehat kuno, yang telah diturunkan dari generasi ke generasi. Namun, laju perubahan teknologi telah melampaui kapasitas siapa pun untuk mengembangkan kebijaksanaan yang perlu untuk menanganinya. Kita mengisi hidup kita dengan janji baru dari teknologi, tanpa pengertian yang jelas apakah teknologi akan membantu kita menepati janji yang telah kita buat.

Posisi yang tepat untuk teknologi tidak akan persis sama untuk setiap keluarga, dan juga tidak sama pada tiap musim kehidupan kita. Mencari tahu posisi yang tepat untuk teknologi dalam masing-masing keluarga dan tahap kehidupan kita memerlukan kearifan, dibanding hanya sekedar rumusan sederhana. Namun, hampir semua pilihan yang mana pun lebih baik daripada membiarkan teknologi membanjiri kita dengan pengaturan standarnya, mengambil alih hidup kita, dan menghambat pertumbuhan kita dalam hal yang benar-benar penting.

Dan, saya pikir ada beberapa hal yang benar pada setiap tahap kehidupan. Berikut adalah enam hal.

Enam Kebenaran Teknologi

Teknologi berada pada posisi yang tepat ketika membantu kita terikat dengan orang-orang nyata yang kita kasihi. Teknologi berada pada tempat yang salah ketika kita akhirnya terikat dengan orang-orang yang jauh, misalnya selebriti, yang tidak akan pernah kita temui.

Teknologi berada di posisi yang tepat saat ia menjadi pemicu percakapan yang baik. Teknologi tidak berada pada posisi yang tepat saat ia menghambat kita untuk berbicara dan mendengarkan satu dengan yang lain.

Teknologi berada pada posisi yang tepat saat membantu kita merawat tubuh rapuh yang kita tempati. Teknologi tidak berada di posisi yang tepat ketika ia menjanjikan bahwa kita dapat melampaui batas kemampuan dan kerentanan tubuh.

Teknologi berada di posisi yang tepat ketika membantu kita memperoleh keterampilan dan penguasaan bidang-bidang yang merupakan prestasi kebudayaan manusia (olahraga, musik, seni, memasak, menulis, akuntansi; daftarnya bisa terus berlanjut). Bila kita membiarkan teknologi menggantikan pengembangan keterampilan dengan konsumsi yang pasif, itu tidaklah tepat.

Teknologi berada pada posisi yang tepat ketika membantu kita menumbuhkan kekaguman bagi dunia ciptaan di mana kita menjadi bagian di dalamnya dan bertanggung jawab untuk menjadi penatalayan (keluarga kami menghabiskan waktu yang menyenangkan dan penuh dengan kekaguman ketika anak-anak kami yang berada di sekolah menengah menyaksikan serial Planet Earth yang indah buatan BBC). Teknologi tidak berada di tempat yang tepat ketika menjauhkan kita dari pengenalan akan alam dan keindahan dunia yang alami dengan semua indera kita.

Teknologi berada pada posisinya yang tepat hanya bila kita menggunakannya dengan tujuan dan kehati-hatian. Jika ada satu hal yang saya sadari tentang teknologi, itu adalah bahwa teknologi tidak berada pada posisi yang tepat dengan sendirinya; Sama seperti mainan, boneka, dan harta karun kecil anak-anak saya, teknologi berada di seluruh bagian rumah dan seluruh kehidupan kita. Jika kita tidak bersungguh-sungguh dan hati-hati, kita akan berakhir dengan kekacauan yang luar biasa.

Berikan Ruang pada Kebijaksanaan dan Keberanian

Jika kita tidak belajar menempatkan teknologi, dalam segala bentuknya, di tempat yang semestinya, kita akan kehilangan sebagian besar kehidupan terbaik dalam keluarga. Saya memiliki kegembiraan yang luar biasa, membingungkan, dan menyenangkan bersama istri saya dalam mengasuh anak-anak selama masa remaja mereka. Seiring dengan masuknya anak-anak kami di sekolah menengah, kami menyadari betapa banyaknya sukacita yang kami alami selama ini, dan hari ini kami tahu, bahwa itu berasal dari pilihan dan komitmen radikal yang kami lakukan untuk mempertahankan teknologi di tempat yang semestinya.

Kami tidak selalu membuat pilihan yang tepat, dan hal itu juga tidak selalu mudah. Apa yang dibutuhkan adalah seperangkat dorongan, disiplin, dan pilihan yang dapat menjaga teknologi tetap pada tempatnya - menyisakan ruang bagi kerja yang keras dan indah untuk bersama-sama menjadi orang yang bijak dan berani. Memang, menjadi bijak dan berani merupakan arti yang sebenarnya dari keluarga. (t/N. Risanti)

Diterjemahkan dari:
Nama situs: The Gospel Coalition
Judul asli artikel: Keep Technology in Its Proper Place in 2018
Penulis artikel: Andy Crouch
Tanggal akses: 11 Januari 2018