Apps4God

Teknologi Membantu Orang untuk Hidup Lebih Penuh dalam Kristus Melalui Perbuatan Amal

Submitted by admin on Mon, 12/05/2016 - 12:00
Siapa pun, bahkan mereka yang tidak dengan serius memberikan perhatian terhadap media sosial pun, mengetahui bahwa kehadiran media sosial sedikit banyak berdampak kepada sifat narsisme itu sendiri. Promosi diri, foto-foto selfie, dan kurangnya akuntabilitas pribadi, semuanya adalah aspek yang menonjol di sekeliling media sosial. Namun, apa yang sering kali tidak disadari oleh orang-orang adalah bahwa media sosial dan kemajuan teknologi yang lebih besar juga membantu orang untuk hidup lebih penuh di dalam Yesus.

Teknologi dan Cerita Natal

Submitted by admin on Thu, 12/01/2016 - 12:00
"Teknologi abad ke-21 telah menghapus pemandangan indah yang digambarkan dalam lagu 'Dalam Palungan' dan 'Malam Kudus', yaitu palungan, para gembala, para malaikat, bintang, orang-orang Majus, dan persembahan mereka," tulis Monica Dutton.

Hasrat Menjadi yang Tercepat

Submitted by admin on Tue, 11/22/2016 - 12:00
Media sosial di Indonesia belakangan ini dibanjiri informasi yang membuat banyak orang tak nyaman. Informasi bernada provokatif, agitatif, hingga fitnah diunggah dan disebar dengan mudah tanpa mempertimbangkan atau menenggang hak dan perasaan orang lain. Tak jarang, informasi yang kerap tak jelas kebenaran dan sumbernya itu justru memicu putusnya silaturahim dan perkawanan.

Akankah Teknologi Membentuk Identitas dan Iman Anda?

Submitted by admin on Fri, 11/18/2016 - 12:00
Ketika masih kecil, saya membangun seluruh dunia di dalam kamar tidur saya dengan menggunakan Lego. Untuk ulang tahun saya yang ke-10, saya meminta lebih banyak Lego untuk memperluas kekuatan pembangunan saya. Saya ingin menaklukkan dunia yang lebih besar dan lebih baik. Anak saya baru saja berulang tahun yang ke-10. Hadiah kejutan untuknya adalah sebuah dunia virtual di Minecraft Realms, sebuah ruang digital yang hampir tak terbatas baginya untuk berbagi dengan teman-teman dekatnya.

Rencana Tuhan yang Indah dalam Code for The Kingdom 2016 di Jakarta

Submitted by admin on Mon, 10/31/2016 - 12:00
Pada tanggal 21 -- 23 Oktober 2016 tim SABDA mengikuti Hackhaton Code For the Kingdom di Jakarta. Bersyukur karena ini kali kedua SABDA mengikuti acara ini. Untuk saya pribadi, ini adalah kali pertama saya mengikutinya. Saya senang dan bersyukur diberi kesempatan untuk ikut. Tahun ini, ada 7 orang yang mewakili SABDA, yaitu saya, Bara, Hadi, Benny, Teddy, Jaya, dan Ibu Yulia. Acara ini dihadiri lebih dari 100 orang dari berbagai kota, Surabaya, Jakarta, Bandung, Solo, Makassar, dan Papua. Acara ini dibuka dengan puji-pujian untuk Tuhan dan kata sambutan oleh Pak Andy Zain, Ketua Panitia, pada pkl. 19.00, 21 Oktober 2016. Pak Andy terlihat sangat antusias ketika membuka acara yang diadakan 1 tahun sekali ini.

Mengajar Generasi Digital: Menjembatani Pemisahan

Submitted by admin on Sun, 10/16/2016 - 12:00
Perhatikanlah, pesan dari orang-orang yang terbiasa maupun yang tidak terbiasa dengan gagasan generasi digital. Mereka menyatakan bahwa anak-anak zaman sekarang tersistem untuk belajar dengan cara yang berbeda dari orang dewasa sebelum mereka. Mereka mendesak agar orang-orang dewasa yang melayani anak-anak menerima hal tersebut sebagai fakta, dan bersedia belajar dari anak-anak yang ingin mereka didik. Gunakan petunjuk ini untuk menciptakan lingkungan tempat anak-anak tidak akan menjadi "loyo" ketika mereka memasuki pintu Anda -- bahkan, jika Anda tidak memiliki akses kepada teknologi terbaru atau terhebat.

Video Games dan Pendidikan

Submitted by admin on Sun, 10/16/2016 - 12:00
Berikut ini adalah sebuah artikel yang ditulis tahun 1994 dengan contoh kasus yang terjadi di Amerika Serikat. Jika Anda bandingkan keadaan saat itu dengan keadaan sekarang di Indonesia, maka kita lihat hal ini tidak jauh berbeda, karena jaman "Video Games" sudah betul-betul datang di Indonesia. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang pengaruhnya terhadap pendidikan, silakan simak artikel ini lebih lanjut.

Kapan Seharusnya Anda Menggunakan Teknologi?

Submitted by admin on Mon, 10/03/2016 - 12:00
Walaupun teknologi tersedia, bukan berarti gereja Anda harus menggunakannya. Teknologi seharusnya dipakai bukan untuk kepentingan teknologi itu sendiri. Gereja tidak boleh memakai teknologi hanya karena ikut-ikutan gereja besar (megachurch) yang juga memakainya. Tidak juga supaya gereja kelihatan mengikuti tren dunia. Sebaliknya, teknologi harus digunakan jika memang membantu gereja untuk mencapai tujuannya. Jika teknologi bisa memperbaiki pelayanan, pakailah. Namun, jika mengganggu atau bahkan menghambat, jangan dipakai.