Apps4God

IT-4-GOD Edisi 3 | Februari 2017
ICD Watch : Aplikasi dan Situs Lagu Pujian
APPPS Live : Diskusi Langkah Praktis Mendukung Pemberantasan Berita Hoax
APPPS Live : Teknologi "VR & AR" untuk Kerajaan Allah
Digi Min : Tujuh Tren Digital dalam Pelayanan Misi
[IT-4-GOD] Edisi 1 - Januari 2017
EDITORIAL

Shalom Sahabat IT-4-GOD,

Perkembangan teknologi memengaruhi banyak aspek kehidupan kita, termasuk dalam pelayanan Kristen. Contohnya, pada era digital ini, penjangkauan jiwa bisa dilakukan hanya dengan ujung jari. Bersyukur kepada Tuhan yang menyediakan teknologi sehingga makin banyak orang percaya bisa menjalankan Amanat Agung Allah tanpa dibatasi ruang dan waktu. Dengan teknologi kini pun kita bisa semakin mudah mendapatkan sumber bahan-bahan termasuk inspirasi lagu untuk memuji dan memuliakan nama Tuhan. Karena itu, sebagai orang percaya, kita bisa berperan memengaruhi sesama agar mereka menggunakan teknologi untuk hal-hal yang baik, jangan sampai teknologi justru digunakan untuk hal yang sia-sia, atau bahkan merugikan orang lain.

Dalam edisi IT-4-GOD kali ini, Sahabat dapat melihat beberapa informasi yang dapat menolong kita menggunakan teknologi bagi kemuliaan Tuhan. Simaklah ulasan tentang aplikasi dan situs pujian Kristen dalam kolom ICDW. Dalam kolom APPPS Live, kita diajak untuk bertukar pikiran tentang salah satu contoh yang merugikan dalam penggunaan teknologi, yaitu berita hoax (sebuah pemberitaan palsu untuk menipu pembacanya untuk memercayai sesuatu - Red). Pada era teknologi ini, kita tidak lagi mencari berita karena berita begitu melimpah di hadapan kita. Bahkan kita pun bisa menjadi penyedia konten atau sekadar membagikannya kepada orang lain. Nah, yang harus kita lakukan di tengah melimpahnya berita itu adalah menilai berita. Kita harus bisa menilai berita yang bisa dipercaya serta memberi kontribusi positif kepada masyarakat dan mana yang tidak. Kita perlu memiliki hikmat untuk menulis berita yang benar atau setidaknya menyeleksi berita yang benar dan tidak ikut latah membagikan setiap berita yang datang di hadapan kita. Inilah tantangan kita semua. Lalu, bagaimana sikap orang Kristen menghadapi masalah hoax ini? Edisi IT-4-GOD Februari akan membahasnya untuk Anda. Salam IT for GOD!

In Christ,

Ariel Staf Redaksi IT-4-GOD, Ariel
 

INDONESIAN CHRISTIAN DIGITAL WATCH (ICDW)

Aplikasi dan Situs Lagu Pujian


“Pujilah Tuhan hai segala bangsa! Biarlah semua umat memuji Tuhan.”
(Roma 15:11)


Sahabat IT-4-GOD, marilah kita belajar memuji dan memuliakan nama Tuhan karena Ia baik dan telah mencurahkan kasih anugerah-Nya yang begitu besar atas hidup kita. Kita bisa memuji dan memuliakan Tuhan dengan berbagai cara, baik melalui perbuatan, perkataan, maupun pikiran kita. Kita juga dapat memuji kebaikan Tuhan melalui nyanyian pujian, baik dalam doa pribadi, persekutuan, maupun di gereja. Raja Daud memberi teladan kepada kita bagaimana ia memuji kebesaran Tuhan melalui mazmur-mazmurnya. Untuk menambah referensi puji-pujian kita, Sahabat pun dapat memanfaatkan berbagai teknologi digital, salah satunya melalui aplikasi dan situs yang kami ulas pada edisi ini. Mari memanfaatkan teknologi untuk mendukung aktivitas pujian dan penyembahan kita kepada Tuhan.

1. Aplikasi Kidung SABDA

Aplikasi Kidung SABDA

Aplikasi Kidung SABDA dikembangkan oleh Yayasan Lembaga SABDA (YLSA) untuk melengkapi masyarakat Kristen dengan kidung-kidung rohani Kristen secara digital, di antaranya Kidung Jemaat (KJ), Pelengkap Kidung Jemaat (PKJ), dan Nyanyikanlah Kidung Baru (NKB). Untuk keseluruhan, terdapat tujuh belas buku lagu dan tiga buku pujian dalam bahasa suku di aplikasi ini. Anda juga akan mendapatkan informasi lagu berupa komponis, birama, nada dasar, dll. dalam setiap lagu. Penggunaannya sangat mudah, hanya dengan memilih buku pujian dan nomor lagu pada menu atas (header). Bila Anda ingin tahu irama lagu-lagu yang ada dalam aplikasi ini, Anda bisa memakai fitur yang sangat membantu, yaitu fitur audio dengan ikon bergambar speaker untuk mendengarkan lagu yang Anda pilih. Lagu akan dimainkan secara instrumental dalam format .midi. Jangan lupa masuk ke dalam menu "Tips & Trick" untuk memudahkan Anda menggunakan aplikasi ini. Selain itu, Anda juga dapat mengakses bahan-bahan ini di dalam Aplikasi Alkitab SABDA, dalam fitur "Kidung".

Download Kidung

2. Situs Suara Nafiri

Situs Suara Nafiri

Situs Suara Nafiri adalah situs kumpulan lagu rohani Kristen yang dikembangkan oleh Gereja Interdenominasi Injili Indonesia (GIII) Tokyo. Dalam situs ini, Anda bisa memilih lagu rohani berdasarkan kategori, di antaranya berdasarkan nada dasar, materi musik, dan pengarang lagu. Informasi lagunya dilengkapi dengan akor sehingga memudahkan Anda yang ingin mencoba memainkan lagu ini dengan alat musik. Beberapa lagu juga ada yang dilengkapi dengan video YouTube untuk membantu Anda yang kurang familiar dengan lagu-lagu itu. Situs ini menyediakan fitur menarik, khususnya bagi Anda para pemain musik, yaitu fitur Transpose untuk mengubah nada dasar dan akor-akor setiap lagu. Misalkan, ketika Anda mengubah nada dasar sebuah lagu dari nada A ke G, maka akor-akor lagu itu akan berubah mengikuti penggantian nada dasar yang dilakukan pengguna. Anda juga bisa memilih melihat lirik lagunya saja atau melihat lirik lagu yang dilengkapi akor dengan mengeklik tombol Lyric. Selamat mencoba.

Situs Suara Nafiri

 

APPPS LIVE

App-alks: Diskusi Langkah Praktis Mendukung Pemberantasan Berita Hoax

Diskusi Langkah Praktis Mendukung Pemberantasan Berita 'Hoax'

Pada 15 Februari 2017, telah berlangsung Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di 101 wilayah di Indonesia. Kita patut bersyukur karena pesta demokrasi ini berjalan dengan lancar. Siapa pun yang terpilih kiranya mampu mengemban tugasnya dengan baik dan bertanggung jawab kepada Tuhan, bangsa, dan negara.

Beberapa waktu sebelum pesta demokrasi (Pilkada) dimulai, Facebook, yang telah dituding menjadi salah satu media sosial yang banyak dipakai menjadi alat penyebar berita palsu (hoax), menyatakan komitmennya untuk turut memberantas peredaran berita hoax di Indonesia. Dikabarkan bahwa perwakilan Facebook telah melakukan pertemuan dengan pihak dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Dalam pertemuan tersebut, pihak Facebook menawarkan berbagai macam solusi untuk memberantas berita hoax yang terus beredar, khususnya menjelang Pilkada. Salah satu solusi yang ditawarkan Facebook adalah percepatan proses pemblokiran konten negatif. Kominfo akan bekerja sama dengan tim review dari Facebook untuk menghalau penyebaran berita hoax seperti ujaran kebencian dan status yang berpotensi menimbulkan perselisihan. Dengan langkah ini, diharapkan proses penanganan konten negatif akan menjadi lebih cepat. Sebagaimana diketahui, Facebook telah menerapkan kebijakan pemblokiran atau penghapusan konten dalam rentang waktu 1 x 24 jam. Diharapkan solusi ini dapat menghasilkan buah yang positif!

Lalu, bagaimana dengan gereja dan orang percaya? Berikut ini adalah beberapa pendapat dari Sahabat Apps4God mengenai berita hoax akhir-akhir ini.

Freddy Edward Situmorang

"Yang sangat menyedihkan jika para hamba Tuhan malah terlibat menyebarkan berita Hoax dan membuat postingan yang sengaja memunculkan kebencian terhadap pihak lain."

[Freddy Edward Situmorang]

Yusak San

"Salah satu sisi yang tidak dapat dihindari dari sebuah perkembangan teknologi. Namun, kendali tetap ada pada user (dalam hal ini kita) untuk dapat menyaring dan menggali kembali kebenaran informasi yang kita terima."

[Yusak San]

Ini menjadi tantangan bagi gereja dan orang percaya untuk turut serta memberantas berita-berita hoax. Masyarakat sudah makin "bosan" dengan ketidakbenaran di dunia maya. Inilah saatnya, gereja, sebagai pembawa Kabar Baik, memberitakan Kebenaran lebih gencar lagi di dunia maya. Langkah praktis apa saja yang dapat kita lakukan? Mari berdiskusi dan berbagi pendapat di komunitas Apps4God! (Hilda)

Komunitas Apps4God

App-rain: Teknologi "VR & AR" untuk Kerajaan Allah

Teknologi VR & AR untuk Kerajaan Allah

Di Indonesia, pemanfaatan teknologi Virtual Reality (VR) & Augmented Reality (AR) belum begitu terasa. Namun, pemanfaatan teknologi ini sudah digunakan di bidang ekonomi dan industri. Dinas Pariwisata kota Makassar baru akan mengaplikasikan teknologi VR untuk menarik wisatawan ke kota Makassar. Tujuannya supaya Makassar dilirik sebagai salah satu destinasi pariwisata berpotensi di Indonesia. Untuk itu, salah satu caranya adalah dengan memperbanyak karya dan konten lokal Makassar untuk diperkenalkan ke seluruh Indonesia, bahkan ke luar negeri. Oleh karena itu, mahasiswa Program Studi Teknik Komputer dan Jaringan, Jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Ujung Pandang, merasa perlu memaparkan tentang VR dan AR ini kepada masyarakat, khususnya para penggiat IT. Mereka mewujudkan gagasan ini dalam seminar umum VR & AR Get Real, Make Your Fantasy Comes True, yang akan dilaksanakan pada 4 Maret 2017. Semoga masyarakat Makassar bisa mendapat manfaat dan berpartisipasi mengembangkan kotanya. Silakan kunjungi http://cnc.poliupg.ac.id/vrar/ untuk mendapatkan informasi selengkapnya.

Bagaimana dengan Sahabat IT-4-GOD dan orang-orang percaya? Apakah kita juga mau mengembangkan kemampuan kita di bidang teknologi untuk memperkenalkan Injil dan memperluas Kerajaan Allah? Kami membuka kesempatan bagi Anda untuk berbagi pengalaman tentang ide-ide penggunaan teknologi VR dan AR bagi pelayanan di komunitas Apps4God. (Ariel)

Komunitas Apps4God

 

DIGITAL MINISTRY

Tujuh Tren Digital dalam Pelayanan Misi

Tujuh Tren Digital dalam Pelayanan Misi

Setiap manusia diciptakan untuk sebuah misi, Allah sedang bekerja di dunia, dan Dia ingin kita bergabung dengan-Nya. Allah ingin kita memiliki pelayanan di dalam Tubuh Kristus dan juga misi di dunia. Pelayanan kita merupakan pelayanan kepada orang-orang percaya (Kolose 1:25; 1 Korintus 12:5), dan misi kita merupakan pelayanan kita kepada orang-orang yang belum percaya. Kini, generasi selanjutnya, Gen Z, telah lahir dan bertumbuh. Bahkan, sudah ada dari mereka yang mulai lulus dari universitas. Mereka hidup dalam tren-tren yang bahkan belum pernah ada sebelumnya. Mereka juga termasuk orang-orang yang perlu kita layani dan kita tolong untuk dapat dimenangkan dalam Tuhan. Berikut ini adalah sebuah sharing dari Liam Savage, seorang pelayan Tuhan di OneHope, yang akan membagikan kepada kita tujuh tren yang perlu kita waspadai dan rencanakan dalam pekerjaan pelayanan kita.

Hingga beberapa bulan yang lalu, saya kira saya adalah seorang pria yang betul-betul melek teknologi karena saya dibesarkan pada era komputer dan internet. Sejak Taman Kanak-Kanak, saya sudah main permainan komputer. (Permainan yang saat itu hanya dijalankan di sistem operasi DOS dan satu-satunya warna yang tersedia adalah hijau dengan latar belakang hitam ....) Saya tidak pernah menemui masalah yang tidak bisa saya selesaikan terkait dengan komputer, sekalipun program itu belum pernah saya pakai sebelumnya. Namun, "keakraban" saya dengan teknologi tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan generasi yang datang setelah saya.

Baru-baru ini, saya membaca sebuah artikel yang menjelaskan bahwa generasi selanjutnya, Gen Z, yang saat ini masih dilahirkan, adalah juga generasi yang mulai lulus dari universitas. Meski saya dibesarkan sebagai seorang digital native, mengenal komputer dan internet, kelompok manusia baru ini adalah generasi mobile-first — mereka dibesarkan dengan ponsel pintar dalam genggaman tangan mereka. Mereka melakukan "Facetiming" (sebuah aplikasi untuk melakukan kontak video) dengan kakek nenek mereka, praktis dari sejak mereka lahir. Kemarin dulu, keponakan saya yang baru berusia 2 tahun membawa sebuah app seharga $100 di iPhone ayahnya. Sebagai seorang pria berusia 25 tahun yang tidak memiliki app seharga $100 di ponselnya, saya mulai merasa bahwa anak-anak ini meninggalkan saya di belakang!

Salah satu pekerjaan saya di OneHope adalah mengikuti tren-tren digital terkini dan memahami bagaimana tren-tren tersebut membentuk lingkungan tempat kita bekerja. Untuk tujuan itu, saya perkenalkan kepada Anda tujuh tren teknologi yang harus Anda sadari dan rencanakan dalam pekerjaan pelayanan Anda:

  1. Ponsel pintar
  2. Konektivitas
  3. Virtual Reality (Realitas Virtual)
  4. Augmented Reality (Realitas Tertambah)
  5. Desentralisasi Anti-Institusional
  6. Nilai Mengikuti
  7. Metrik/Analitik Pribadi

Tujuh Tren Digital dalam Pelayanan Misi

Teknologi terus berkembang dan generasi digital telah datang. Apakah pelayanan misi Indonesia akan tidak akan terpengaruh oleh keberadaan mereka? Ataukah, kita harus menjadi lebih fleksibel dan mulai memanfaatkan teknologi untuk menjangkau mereka?

Mari kita renungkan hal ini sejenak dan mulai memikirkan strategi yang lebih baik.

Diterjemahkan dari:
Nama situs : Indigitous
Alamat URL : https://indigitous.org/2016/07/11/digital-trends-missions-part-one;
https://indigitous.org/2016/07/11/digital-trends-missions-part-two
Judul asli artikel : 7 Digital Trends in Missions
Penulis artikel : Liam Savage
Tanggal akses : 21 Oktober 2016
Versi Indonesia : http://apps4god.org/artikel/Tujuh-Tren-Digital-dalam-Pelayanan-Misi.php