Apps4God

Submitted by admin on Fri, 07/28/2017 - 12:00

Oleh: Jeffrey Liem
  
Saya sungguh bersyukur boleh menghadiri event Hackhaton ImagoHack 7 yang diselenggarakan oleh CBN (Cahaya bagi Negeri). Selama 3 hari di Hackhaton ImagoHack7, saya bersyukur boleh diizinkan melihat anak-anak Tuhan dari berbagai denominasi berkolaborasi untuk mengaktivasi talenta-talenta mereka di bidang kreatif, media, dan teknologi yang diselaraskan dengan nilai-nilai Kerajaan Allah. Alasan mengapa ImagoHack 7 ini diselenggarakan adalah untuk menjadi wadah kolaborasi antaranak-anak Tuhan untuk melahirkan berbagai terobosan lewat karya kreatif dan inovatif yang bermanfaat langsung bagi proses transformasi bangsa, dan juga untuk membangkitkan generasi yang lebih responsif dan inovatif terhadap tantangan zaman. Terobosan yang dirancang dalam ImagoHack 7 diarahkan untuk menjawab tujuh area kehidupan berikut ini:  Art & Media (Seni dan Media), Business, Church & Religion (Gereja dan Kepercayaan), Development and Poverty (membangun/membantu orang miskin),  Education (Pendidikan), Family & Health (Keluarga & Kesehatan), dan Government & Law (Pemerintahan & Hukum).

Dari SABDA, hanya saya sendiri yang hadir berhubung rekan-rekan yang lain (Hadi, Liza, Danang, dkk.) sedang sibuk dalam mengatur teman-teman yang magang di SABDA. Dan, 2 minggu sebelum acara ini dimulai, saya sudah menyiapkan proyek untuk lebih dimatangkan dalam event ini. Proyek yang saya sediakan adalah Talk 2 Me Bible, yaitu aplikasi Android yang membacakan pasal dari Alkitab dengan perintah suara dari bahasa Indonesia. Sebenarnya, konsep ini saya dapatkan dari sharing dengan rekan pelayanan di SABDA mengenai Amazon Alexa dan Google Home. Saat ini, kedua alat tersebut dapat mengenali perintah suara dan membacakan bagian Alkitab. Sayangnya, baik Amazon Alexa maupun Google Home, keduanya hanya dapat mengenali bahasa Inggris dalam "voice recognitionnya" dan "speech"-nya. Bersyukur, Google sudah menyediakan "voice recognition" dalam Android dalam bahasa Indonesia. Proyek Talk 2 Me Bible ini akhirnya dikembangkan dan pada produk finalnya dapat membacakan 45 versi Alkitab (sekitar 35 bahasa suku di Indonesia) dengan perintah bahasa Indonesia. Selain itu, setiap teks yang ada akan ditampilkan di layar Android. Sebelum event ini dimulai, prototype sudah terbentuk dengan matang dan salah seorang mitra SABDA yang bernama Jaya sudah membuat logo-nya.

Pada Jumat tgl 7 Juli 2017, dimulailah acara ImagoHack 7 ini. Pesertanya sekitar 159 orang dan kemudian ada banyak anak Tuhan yang coba untuk pitching ide di depan. Ada sekitar 44 ide yang coba diajukan untuk menjadi proyek. Akhirnya, hanya tiga belas ide yang jadi proyek di Hackhaton ini. Sisanya, bagi grup yang kurang dari 5 orang harus bergabung ke grup lainnya. Dan, mulailah acara ini selama 3 hari, sampai minggu 9 Juli 2017.

Dari grup kami, ada enam orang yang mengerjakan Talk 2 Me Bible, yaitu Yuwono (dosen IT di Universitas Ciputra), Niko Ardanisatya (manager dan senior analis), Bagus (online media manager di CBN), Susanto (guru IT di sekolah Kristen Calvin), Nico Koibur (programmer Android), dan saya sendiri (programmer di SABDA). Yang berkesan dari grup Talk 2 Me Bible adalah ketika mengerjakan proyek ini, kami tidak lupa berdoa bersama. Kami meminta penyertaan Tuhan dan mengakui bahwa keberadaan kami  di grup ini ada dalam divine appointment. Salah satu anggota grup Talk 2 Me Bible mengatakan bahwa grup kami seperti keluarga dan kami menemukan keluarga lagi di event ImagoHack7 ini. Tuhan sungguh baik! Dan, mulailah kami bekerja sambil bersekutu dan berkolaborasi. Begitu juga dengan grup-grup lainnya.

Pada hari kedua, kami dimentoring oleh beberapa mentor. Dari Tracy Trinita seorang penginjil, kami diberikan masukan untuk pengembangan ke depan untuk tempat terpencil, perlu device yang seperti radio kecil murah yang banyak tersebar di China supaya orang banyak boleh mendengar Firman Tuhan. Mentor  Christofer Tapiheru, dari NWIC Jakarta, berespons bahwa Aplikasi Talk 2 Me Bible ini berguna bagi orang yang sibuk bisa mendengarkan sambil melakukan aktivitas yang lainnya. Kemudian, mentor Chris Angkasa dari Clapham Collective memberikan masukan jika aplikasi ini digunakan untuk orang buta, perlu dipikirkan device yang seperti apa yang perlu digunakan.

Seiring dengan berjalannya waktu dan mentoring dengan beberapa mentor, nama aplikasi Talk 2 Me Bible berubah nama beberapa kali. Pertama, namanya diubah menjadi “Suara Kitab” karena nama Talk 2 Me Bible ini bernuansa bahasa Inggris padahal aplikasi ini menyuarakan banyak bahasa suku di Indonesia.    Kemudian, nama “Suara Kitab” diubah lagi berhubung nama ini dekat dengan ‘Alkitab Suara”. Akhirnya, diputuskan final namanya menjadi “ABBA”, yaitu “AlkitaB BicarA”.

Pada Minggu, 9 Juli 2017, akhirnya semua grup harus mengumpulkan proyek mereka. Dan, tibalah penilaian juri untuk tiga belas proyek yang ada. Kemudian, akhirnya diumumkan bahwa pemenang champion pada ImagoHack7 kali ini adalah proyek yang namanya “Bloodstopper”, yaitu satu proyek aplikasi kesehatan tentang bagaimana menghentikan darah ketika ada luka. Pemenang kedua adalah proyek kami, yaitu “ABBA”. Dan, proyek yang dipilih oleh orang banyak adalah “Vocapello”, yaitu proyek aplikasi Android untuk penerjemahan banyak bahasa suku. Seorang juri memberikan satu respons dan pertanyaan yang baik, yaitu aplikasi ABBA sementara ini bersifat online streaming. Bagaimana aplikasi ini dapat dipakai di tempat-tempat yang tidak ada koneksi Internet? Dan, ini adalah PR (home work) kami untuk memikirkan secara offline streaming, misalnya dengan teknologi media server menggunakan access point device di titik-titik daerah yang memerlukannya.

Sesudah event ini, ada seorang dari tim lain yang tertarik dan memberi masukan untuk pengembangan selanjutnya dari proyek ABBA ini. Pak Suwono coba memikirkan teknologi seperti gl.inet-openwrt-mini-smart-router atau juga raspberry pi untuk menjadi media server offline. Saya bersyukur atas antusias dari pak Suwono terhadap proyek kami. Dan, juga teman-teman tim ABBA masih terus antusias dengan kelanjutan proyek ini.

Saya ingin refleksi dari event ImagoHack7 ini. Pemimpin operasional dari CBN, Pak Hartono, mengatakan bahwa kalau kita ingin lebih baik, kita harus berkompetisi. Namun, kalau kita ingin secara eksponesial jauh lebih baik, kita harus berkolaborasi. Pesan ini mengingatkan pada kita semua bahwa dalam mengerjakan sesuatu yang terbaik dalam pekerjaan Tuhan, kita tidak bisa sendiri. Kita harus berkolaborasi dan bekerja sama. Dalam berkolaborasi berarti kita harus rendah hati dan saling melayani. Kita semua satu tim dan semua yang kita kerjakan bukan untuk kita, melainkan untuk kemuliaan nama Tuhan saja.

Sekali lagi, saya mengucap syukur atas berlangsungnya event ini, untuk persahabatan, dan untuk semua berkat Tuhan yang diperoleh dalam event ini. Dan, kami juga berdoa kepada Tuhan untuk kelanjutan proyek ini. Kiranya proyek ABBA bukan prototype saja, tetapi benar-benar bisa dipakai untuk menjadi berkat bagi kemuliaan nama Tuhan. Soli Deo Gloria!